Prof. Samaun: “Dek, sebaiknya tetep di reaktor nuklir…”

Doodle-SamadikunHari ini, 15 April 2016, google menampilkan Prof. Samaun Samadikun sebagai tema doodle-nya. Yap..memang 85 tahun lalu di hari ini, lahirlah Samaun kecil yang kelak berkiprah bahkan sebagai perintis dunia mikroelektronika nasional. Atas kiprahnya itu Beliau dijuluki `Petani Silicon`.

Setelah lulus kuliah master di Fisika ITB, sy sempet setahun beraktivitas dengan Dr.Trio Adiono di Pusat Mikroelektronik ITB membantu beliau coba spin-off teknologi low-bitrate video conference. Pusat Mikroelektronika ITB adalah institusi yang dirintis Prof.Samaun, Dr.Trio sendiri murid generasi kedua beliau yang hingga sekarang melanjutkan impian untuk membangun industri mikroelektronika nasional.

Dalam kesempatan itu, Prof.Samaun, sy kenal dengan baju putih-putih khas Beliau. Naah, suatu saat Dr. Trio mendapat tawaran dari koleganya di Univ. Twente Belanda untuk seleksi calon mahasiswa bimbingan di disana. Untuk itu, anak-anak yang eligible untuk terpilih diminta untuk melakukan presentasi didepan Prof. Belanda tersebut, sy termasuk yang diberi kesempatan presentasi.

Seperti biasa, presentasi memaparkan pengalaman riset kita sebelumnya, sehingga dari sisi ini sy jd beda sendiri..sementara yang lain memang risetnya ttg mikroelektronika, pengalaman sy justru di bidang reaktor nuklir. Meskipun ketika ditanya saat itu sy keluarkan jurus yang didapat dari mantan rektor bahwa spesifikasi sarjana ITB adalah `ready to be trained in any field`.

Prof. Samaun hadir…dan seperti biasa jd salah satu `bintang` dalam acara tersebut dengan komentar, masukan, dan pertanyaannya terhadap para presenter (meskipun presentasi sebenernya untuk Prof. Belanda itu siih). Pas sy presentasi Beliau gak komentar apa-apa, tp setelah selesai dan break Beliau ternyata ngedeketin..lalu bilang “Dek, sebaiknya tetep di reaktor nuklir…jarang orang kita di bidang itu”, yap itu yang saya ingat dari pesan singkat Beliau saat itu. Sy lupa lanjutannya, tp memang gak lama Beliau lanjut untuk ngobrol dengan yang lain.

Bagi Beliau..komentar itu mungkin biasa aja, lahir dari pengalaman dan intuisi Beliau…yang memang sempat jadi Ketua LIPI sehingga sangat mungkin punya perspektif luas terhadap situasi riset dan para pemainnya di Indonesia.

Bagi sy…komentar dr orang  sekaliber Beliau cukup nendang juga. Qadarallah, sy gak dipilih Prof. Belanda itu…kesempatan menambah ilmu dan pengalaman di Pusat Mikroelektronika berakhir karena sejak Mei 2006 diterima di BATAN dan hijrah ke serpong, ditempatkan di Pusat Pengembangan Informatika Nuklir yg kantornya di Puspiptek Serpong.

Hmm..semoga cita-cita Beliau membangun riset dan industri mikroelektronika nasional bisa tercapai meskipun melalui murid-murid intelektual Beliau. Untuk reaktor nuklir…semoga sy pun bs mencontoh kiprah dan perjuangan Beliau…insyaAllah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s