Mari berlomba-lomba!! Meraih keberkahan waktu kita…

‘Waktu setempat di kota BANDUNG’

Leave a comment »

please use your brain in the classroom

hmm..menarik memang keterangan yang diberikan oleh Prof. Kumiko Yokoi mengenai kuliahnya semester ini. Sebagai orang yang hendak belajar teknologi..beliau dan tentu juga koleganya merasa perlu membekali kita dengan pengetahuan mengenai ilmu finansial dan manajemen. Sip..tidak ada masalah dan saya sangat setuju plus bersyukur mendapat perlakukan seperti itu. Nah..kuliah yang beliau berikan dinamakan ‘Managerial Perspective for Sustainable Engineering’..kuliahnya 2 sks tiap hari jum’at 13.20 – 14.50. Ada beberapa dosen tamu yang akan beliau hadirkan ke kelas, pekan lalu ada Prof. Kagami dari Todai memberikan kuliah mengenai proses bagaimana hasil sebuah riset bisa dibawa ke ranah industri/komersial.

Dalam lembaran yang menerangkan rencana studi untuk satu semester ini (jadwal dan tema tiap pertemuan)..beliau menambahkan keterangan berikut   :

No exam

If you come late to the classroom often, your grade may be affected negatively

Please let me know when you cannot attend.

No textbook. Please use your brain in the classroom.

Beberapa komentar tambahan mungkin bisa dibilang biasa dalam kuliah yang sempat atau sedang sy ambil..tp komentar terakhir yang juga sebenernya secara implisit difahami.. ya kalau ikut kuliah harus ‘pake otak lah’ hanya ketika hal ini disampaikan secara eksplisit jadi tampak ‘tidak biasa’.

Ok..Yokoi Sensei..i’ll use mine.

Leave a comment »

Berbekal Al Fatihah

As-Sa'di_sampulBerikut Serial Tafsir Ringkas #2 yang dikeluarkan oleh MIDORI Islamic Study Circle Tokodai.

Rujukan utama dari tulisan ini adalah Tafsir Ibnu Katsir yang dapat diakses online disini. Juga Tafsir As Sa’di [Taisiiril Kariimir Rahman fii Tafsiir Kalaamil Mannaan] yang dapat diakses online disini. Serial ini sempat disampaikan dalam Ta’lim Pekanan Midori ISC Tokodai, jum’at 30 Oktober 2009.

Versi .pdf –> ‘Berbekal Al Fatihah

Leave a comment »

Could you play that role ??

Jum’at 30 Oktober 2009,

Hari ini jadwal cukup padat…meskipun dari sisi riset malah agak longgar karena senin nanti yang biasanya harus report perkembangan riset ditiadakan karena sensei pergi seminar ke indonesia, plus selasanya hari libur nasional jepang. Mulai pagi hingga jam 16.30 ada tiga kuliah yang diselang oleh sholat jum’at…yang sedikit membuat gak tenang adalah rencana pertemuan kumpul-kumpul rekan indonesia sore ini dengan Dr. Liem Peng Hong senior yang 22 thn lalu studi di teknik nuklir tokodai juga…pertemuan inisiasi (kembali) ini diharapkan dapat membangun komunikasi profesional antar kita.

Mulai jam 9.45 ada kuliah ‘presentation skiil’…sy baru ikut kuliah ini mulai pertemuan sebelumnya (dua pekan lalu karena pekan sebelumnya libut)..itu atas permintaan mendadak Obara sensei yang akhirnya membuat total sks yang saya ambil semester ini jadi 17 SKS…hmm…yang menurut sy sendiri kebanyakan, apalagi 1 sks bernama Seminar in Nuclear Engineering ternyata menghabiskan banyak konsentrasi dan waktu saya..meski alhamdulillah sampai saat ini sy sangat menikmati hal itu.

Pada pertemuan pertama lalu sy dites untuk ‘placement test’ karena ada dua kelas ‘presentation skiil’, kelas pertama untuk non-jepang, sedangkan kelas kedua mayoritas orang jepang…di kelas kedua inilah sy ikut belajar sebelum placement test. Setelah placement test ..tentu sy tunggu kabar dari sensei penanggung jawab kuliah..apa saya masuk kelas japananese atau non-japanese.

Akhirnya pekan ini sy ikut masuk ke kelas siswa japanese yang sy ikuti sebelumnya..di tengah kuliah ada break 5 menit..maka dalam perjalanan ke lantai bawah sy berpapasan dengan sensei yang bertanggung jawab akan kuliah ini dan menanyakan..’Am i in the right class ?” maksudnya sy bertanya apa memang hasil placement test sy masuk di kelas ini…mk sedikit agak bingung sensei ini menjawab..’hmm…yes’, ok..not a problem..terus terang saat ngobrol ini sy belum terlalu tahu bahwa kelas ini  level b.inggrisnya memang lebih rendah dari kelas yang satunya.

Jam tujuh tadi malam ternyata sensei ini mencari saya di lab., lalu mengajak jalan ke ujung lorong..terkesan ingin menyampaikan sesuatu yang rahasia. Lalu ia bilang..’hmm..i was thinking about your class, is it allright ? ‘ ya sy jawab ‘oh yes ok’. lalu beliau bilang… ‘actually the lecturer said that your english is good and you could join the other class..but he think you could lead the japanese student to learn english in that class… so are you ok with that? could you play that role ?’

hmm…sy agak kaget dengan pembicaraan itu dan tidak menduga pengajar yang ngetes sy mengharapkan peran itu pada saya di kelas. Secara reflek..sy bilang ‘oh no no problem…in fact i took a lot of lessons from the class’…mendengar itu sambil mengelus dadanya si sensei bilang ‘woow its  so relief me’.

haha..ternyata pertanyaan sy pagi tadi menjadi fikiran sensei ini. Sy yang tadi pagi sekedar bertanya apa benar ini kelas yang harus sy ikuti? pertanyaan ini tidak lahir karena sy merasa bosan dengan kelas dimana para orang jepang begitu kesulitan berbicara inggris, pertanyaan itu muncul hanya karena biasanya setelah placement test selalu ada pengumuman sy diterima di kelas mana..nah karena gak ada pengumuman maka sy tanya langsung ke sensei tadi.

wah macem2 juga yang sy rasakan setelah obrolan itu, ternyata bisa-bisanya ada orang yang berharap kepada peran kita meski baru ketemu sekali…beruntung kali ini dengan caranya tersendiri harapan terhadap peran itu bisa tersampaikan, yang akan banyak membantu sy untuk bisa memainkan peran itu semampunya.

hmm..jangan-jangan banyak peran yang sebenarnya diharapkan dari kita tapi kita tak menyadarinya ?? banyak hal yang bisa kita berikan kepada orang lain tetapi kita sibuk meminta/mencari ?? mungkin kita terlalu egois melihat harapan kita padahal orang di dekat kita menanti peran kita bagi mereka ??

Belum lama ini…Ahmad mulai ikut sekolah Qur’an di makassar sana…hmm..mungkin ia mengharap diantar abinya sekolah..berharap abinya ada untuk ngajar iqra..mencontohkah hafalan..menemani bermain bersama Umar adiknya..keduanyapun mulai begitu  lincah dan cukup merepotkan uminya yang harus tangani mereka sendirian.

Begitu pula orang tua yang mulai jauh dari anak-anaknya karena satu per satu menikah dan membangun keluarga baru…tentunya besar harapan mereka..terutama kepada sy putra satu-satunya..

Ya Allah maafkanlah kelalaian hamba Mu ini, berikanlah kekuatan untuk dapat memenuhi hak orang lain yang ada pada diri yang lemah ini…

Comments (2) »

Chemistry Tadabbur Al Qur’an

mafaatih_coveBerikut Serial Tadabbur Al Qur’an #2 dengan judul Chemistry Tadabbur al qur’an yang dikeluarkan oleh MIDORI-ISC Tokodai. Referensi utama tulisan ini adalah buku ‘Mafaatih Tadabburil Qur’an wan Najaah fiil Hayaah’ karya Dr. Khalid Abdul Karim Al Laahiim.

Versi .pdf –> Chemistry Tadabbur Al-Qur’an

 

 

Leave a comment »

Urgensi Tadabbur Al Qur’an

Leave a comment »

reaktor nuklir –> a leading nations ?

Sedikit agak mengejutkan memang bahwa diantara negara yang begitu dekat dengan proyek pengembangan teknologi nuklir terbaru (yang diistilahkan Generasi ke-4), adalah dua negara yang boleh dibilang pemain baru dibandingkan negara-negara maju lain.  Dua negara tersebut adalah Afrika Selatan dan China. Kalau dilihat lebih detail, memang kedekatan mereka dengan litbang dan aplikasi teknologi ini tidak lepas dari sokongan teknologi dari negara yang super dari sisi teknologi yaitu Jerman. Para insinyur alumni Jerman yang berada di kedua negara itu berhasil menciptakan suatu transfer teknologi yang cantik sehingga mereka layak untuk bermimpi menjadi ‘a leading nations’.

Teknologi yang kita bicarakan adalah teknologi untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik, suatu hal yang cukup mendasar bagi peradaban manusia terlebih negeri yang dihuni oleh populasi yang sangat massive seperti China. Afsel dan China, sama-sama sedang mengembangkan reaktor bertemperatur tinggi tipe pebble-bed.

Secara sederhana reaktor ini merupakan bak silinder berisi bahan bakar nuklir berbentuk bola-bola sebesar bola biliard, dimana setiap bola dibangun oleh begitu banyak bola kecil (radius orde milimeter) yang tersebar acak. bola dalam bak silinder tadi dibiarkan mengalami reaksi fisi berantai yang terkontrol sehingga menghasilkan panas yang cukup tinggi dalam bak, panas tersebut kemudian diambil dengan mengalirkan gas helium melalui bak tersebut. Helium panas yang keluar dari bak tersebutlah yang kemudian pada akhirnya digunakan untuk memutar turbin, generator dan menghasilkan listrik.

Sistem reaktor dengan desain ini, meski hanya dibahas sekilas, menghasilkan sistem yang sangat aman. Bahkan proses perlindungan terhadap kecelakaan didesain untuk berjalan secara alami dengan memanfaatkan sifat – sifat dari bahan, misalnya dengan bertambahnya temperatur maka bahan tersebut akan semakin sulit untuk berinteraksi dengan neutron sehingga populasi neutron juga reaksi fisi dalam bak berkurang dan pada akhirnya menurunkan temperatur pada bak reaktor. Dengan reaktor riset HTR-10 di China, mekanisme ini telah dibuktikan berjalan dengan baik. Ketika skenario kecelakaan di inisiasi maka sistem reaktor mampu mengatasi dan kembali ke keadaan normal secara alami tanpa campur tangan operator, tentu hal ini sangat berbeda dengan tipe reaktor yang mengalami kecelakaan di Chernobyl yang alih-alih meredam inisiasi kecelakaan sistem reaktor itu malah memperkuat/mempercepat kenaikan temperatur, dan sangat bergantung kepada operator yang dalam keadaan kalut melakukan tindakan yang juga tidak bermanfaat. Maka desain reaktor ini menjawab keinginan pembangkit listrik dengan daya besar dengan tingkat keselamatan dan keamanan tinggi.

Disamping itu, panas yang begitu tinggi yang dihasilkan oleh reaktor ini membuka peluang untuk aplikasi lainnya. Misalnya untuk suplai panas dalam proses produksi hidrogen yang merupakan sumber energi masa depan khususnya bahan bakar transportasi. Aplikasi panas lainnya adalah untuk merubah batubara ke dalam bentuk lain sehingga lebih ramah lingkungan ketika di proses untuk memperoleh energi. Kedua contoh aplikasi lain ini saja sudah cukup menjadi alasan begitu pentingnya desain reaktor ini, sehingga wajar Afsel dan China berpaling untuk membangun dan pada akhirnya menjual reaktor tipe ini.

Berikut cuplikan – cuplikan video mengenai semangat dari Afsel untuk membangun reaktor ini dengan tujuan utama mengamankan suplai listrik negerinya, dan juga dengan itu mereka menjadi layak mengatakan bahwa mereka  ‘one o f the leading nation’, video-video ini pun lebih menari karena tidak disampaikan oleh pemerintah namun semangat ini  dikemukakan oleh pihak swasta dan juga media.

“You will politically be a very strong world wide because  you’re self sufficient from nuclear energy point of view…you really have security of energy supply.”…Jaco Criek, CEO PBMR. (23 Maret 2009)

Wawancara Keith Campbell mengenai pengembangan Pebble Bed Modular Reactor, penjelasan sederhana mengenai PBMR juga semangat dibalik pengembangan tersebut.

Moneyweb’s Alec Hogg chats to Dan Lipman of Westinghouse and Brian Bruce of Murray & Roberts about the Pebble Bed Nuclear reactor (4 september 2008) :

Leave a comment »

Rekayasa Fusi

Setelah reaksi fisi memberikan sumbangsih sebagai sumber energi bagi peradaban manusia, dimana sekitar 17% kebutuhan energi listrik manusia diperoleh dari reaktor nuklir fisi. Meskipun jumlah ini sepertinya akan (dan harus) meningkat kedepan dengan melihat keperluan yang massive manusia terhadap energi dengan tetap menjaga kondisi lingkungan tetap layak untuk menjadi tempat hidup. Tentu banyak hal yang perlu dikembangkan terkait iptek pendukung teknologi reaktor nuklir fisi ini, namun mari kita coba melihat geliat lain yang juga berusaha untuk berkontribusi untuk mensuplai keperluan energi umat manusia. Meskipun mungkin bagi sebagian besar kita hal ini masih terlalu jauh, ada baiknya kita dengar juga pernyataan dari seorang fisikawan Rusia lev Andreevich Artsimovich yang menulis sekitar tahun 70-an…’thermonuclear (fusion) energy will be ready when mankind needs it

fusion_coverBerikut tulisan yang diambil dari salah satu bab buku ‘Fusion : The Energy of the Universe’ yang ditulis oleh Garry McCracken dan Peter Stott, semoga bermanfaat… (tulisan ini direncanakan untuk terus dilengkapi..keep watching!)

Leave a comment »

Duet Cina dan Afsel bangun pebble bed reactor

Berikut adalah nukilan mengenai sebuah berita dan komentar seorang enterpreuner industri energi.

—-awal nuklian—

Monday, March 30, 2009

Pebble Bed Reactor MOU Between China and South Africa

by Rod Adams

Just a couple of days ago, I broke one of my normal blogging rules and published a press release in its entirety. It was a good one that contained important information about low dose radiation that is useful to Atomic Insights readers, so I figured it was not a matter of me just being lazy and filling the space with content provided by someone else.

This morning, I received another press release that meets my criteria for direct publication. Read through it and then I will offer a thought or two about the potential importance of this announcement to the world’s future energy supply picture.

South Africa and China join forces in commercialisation of pebble bed technology

The advancement of the next generation of nuclear reactors has received a boost with the signing of a Memorandum of Understanding (MOU) in Beijing on 26 March 2009 between the Chinese and the South African developers of pebble bed technology.

Pebble Bed Modular Reactor (Pty) Ltd (PBMR) of South Africa has been developing the pebble bed technology in parallel with the Institute of Nuclear and New Energy Technology (INET) of Tsinghua University and Chinergy Co Ltd of China, whose pebble bed concept is based on a 10 MW (thermal) research reactor that was started up in Beijing in December 2000 and achieved full power operation in January 2003. INET is a top nuclear research and experimental institute in China.

The MOU, based on mutual respect and appreciation for the developments achieved by both countries to date, is designed to facilitate cooperation on identified areas of common interest. South Africa and China hope to pursue collaboration in a number of strategic and technical areas relating to high temperature reactor (HTR) projects in both countries.
Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Pelajar Indonesia di Jepang Ikut Tolak Miyabi

Rabu, 14/10/2009 10:13 WIB

Han Kristi – detikhot

Tokyo Penolakan Miyabi tidak hanya terjadi di dalam negeri. Pelajar Indonesia yang berada di negeri asal Miyabi, Jepang pun ikut menolak kedatangan pemilik nama asli Maria Ozawa itu ke Tanah Air.

Seperti surat pernyataan yang diterima detikhot, Rabu (14/10/2009), Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang secara tegas menyatakan penolakan terhadap kedatangan Miyabi ke Indonesia. Mereka pun minta supaya pihak Maxima untuk menghentikan upayanya menampilkan bintang film porno itu di film ‘Menculik Miyabi’.

Menurut mereka, Indonesia sangat membutuhkan transfer dan alih teknologi dari Jepang. Namun, bukan transfer dan alih budaya hidup yang merusak masyarakat, seperti sosok Miyabi.

Para pelajar itu juga mengungkapkan aktor dan aktris film porno, seperti Miyabi memiliki peran besar dalam merusak generasi muda Jepang saat ini. Para pelaku industri pornografi Jepang juga dinilai memicu remaja Jepang untuk melakukan seks bebas.

PPI juga menekankan kalau pendapatan dari film ‘Menculik Miyabi’ tidak akan sebanding dengan rusaknya moral anak bangsa. Menampilkan Miyabi di film Indonesia bukan solusi yang tepat untuk menaikan sineas Indonesia di kancah internasional.
(hkm/hkm)

==> Pernyataan Sikap PPIJ

Leave a comment »

Ketika bumi tetap taat…dan kita ter-desentisasi.

Gempa bumi secara beruntun menimpa bangsa ini, serempak bangsa yang secara umum dalam keadaan yang juga belum mantap, keadaan yang sering diistilahkan dengan krisis multi dimensi, bahu membahu untuk memberikan bantuan kepada saudara mereka yang berada dibelahan bumi lain…ya..belahan bumi yang telah berguncang.

Secara wajar tentunya fenomena ini mengundang banyak analisis dari berbagai pihak dengan berbagai latar belakang. Para ahli mengenai pergerakan lempengan bumi menjelaskan mekanisme terjadinya tiap gempa tersebut dan kenapa bisa terjadi renteten, bahkan berdasarkan analisis keilmuannya mereka memberikan warning akan rentetan selanjutnya.

Dalam tulisan ini mari melihat dari sisi lain, karena secara mendasar melihat dari berbagai sisi dapat menambah pemahaman kita akan kejadian tersebut, atau lebih jauh mencoba melihat korelasi dengan keadaan lainnya. Sudut pandang yang coba ditawarkan dalam tulisan ini adalah bahwa apa yang terjadi selama ini dengan gempa bumi adalah sebuah bentuk ketaatan bumi. Dan penjelasan- penjelasan teknis mengenai pergeseran lempengan bumi hanyalah ungkapan mengenai ‘bagaimana detail ketaatan tersebut’.

Tulisan ini sebenarnya sudah saya oret-oret di hari terjadinya gempa sumbar yang begitu memilukan. Namun terus terang ada perasaan ‘tidak tega’ ketika mengungkapkan perspektif ini ditengah duka yang memuncak terutama pada saudara-saudara yang memiliki sanak famili sebagai salah satu korban dalam peristiwa naas tersebut (karena biasanya setelah sy tulis sy coba share ke beberapa milis) . Sy juga terkaget setelah kemudian mendengar kabar beredarnya sms yang mengkorelasikan waktu kejadian tersebut dengan ayat alqur’an dengan penomoran yang sama. Kaget bukan berarti saya tidak setuju dengan pelajaran yang coba diambil, tapi terus terang saya sendiri tidak mengetahui informasi hingga ke detail waktu kejadian, apalagi mencoba mengaitkan ayat alqur’an di nomor yang sama.

Terakhir saya menerima kiriman dari rekan di salah satu milis yaitu tulisan Prof.Komarudin Hidayat (Rektor UIN SyaHid) berjudul Desentisasi, mencermati penyebaran SMS nomor ayat diatas sebagai fenomena Desensitisasi , juga menambahkan contoh lain desentisasi pada kasus antrian jema’ah haji. Ide awal penulisan plus analisis mengenai ‘desentisasi’ ini akhirnya membentuk tulisan ini, dengan judul yang juga berubah.

Terkait dengan fenomena desentisasi juga sebaran sms ayat alqur’an :

Pertama, memang betul bahwa kiriman sms ayat alqur’an ini merupakan salah satu fenomena desentisasi. Namun selain penekanan yang dipaparkan oleh Prof.Komarudin Hidayat yaitu sisi humanisme, sy melihat bahwa selayaknya (bila sensitifitas itu masih kuat) dari awal terjadinya gempa kita harus mengambil pelajaran dari ayat -ayat alqur’an. Tidak ada sensitifitas (desensitasi) inilah yang saya maksud bahwa kita harus menunggu waktu kejadian gempa sesuai dengan nomor ayat alqur’an yang memberikan informasi eksplisit, apakah tidak ada perspektif pelajaran dari alqur’an ketika nomor ayat tidak sesuai dengan waktu kejadian?

Kedua, sekalipun terlambat atau menunjukkan desentisasi terhadap pelajaran dari al qur’an,  isi dari sms itu tetap perlu menjadi pelajaran. Bahwa cara penyampaian yang memang ‘menyakitkan’ sebagian rekan seyogyanya tidak menghapus isi dari pesan yang ingin disampaikan. Karena ia menunjukkan masih adanya sedikit sensitifitas terhadap pelajaran dari alqur’an, sehingga yang sedikit ini sebaiknya terus ditingkatkan bukan malah dibabat habis karena kesalahan cara penyampaian.

Mengenai ini mari bayangkan analogi dengan contoh antrian jema’ah haji yang dipaparkan dalam tulisan Prof.Komarudin Hidayat. Dalam tulisan disebutkan bagaimana pemuda yang tetap antri di depan dan tidak peduli akan adanya orang tua dibarisan belakang. Ini tentu menunjukkan desentisasi dari pemuda tersebut. Naah, seandainya diantara orang sekitar ada yang memiliki sensitivitas- mengingatkan-kesalahan lalu ia menegur pemuda itu (peringatan ini penting  karena mungkin saja pemuda tersebut tidak tahu kalau nenek2/kakek2 dibelakang, atau bisa juga ia menjadi malu memberi bantuan karena hal itu menurutnya ‘asing’ toh dia tidak memberi bantuan pun tidak ada yang protes), kebetulan teguran diberikan dengan cara yang sedikit menyakiti pemuda tersebut. Apakah wajar bila kemudian pemuda tersebut membalas teguran dengan mengatakan ‘Wah..jangan begitu..Bapak tidak sensitif dengan perasaan saya. Sy kan malu ditegur atas kesalahan saya di muka umum’. Seandainya itu terjadi mungkin pada akhirnya kita tetap berharap pemuda tersebut rela untuk berganti tepat dengan orang yang lebih tua dibelakangnya..dan bersabar atas sensitivitas emosionalnya.

Point yang ingin kita tekankan disini adalah bahwa memang telah terjadi desentisasi (bagi umat muslim) untuk mengambil dan menyikapi kejadian keseharian kita berdasarkan Al Qur’an yang merupakan kitab suci umat muslim (disamping desentisasi empati yang disampaikan Prof.Komarudin). Kita tidak terbiasa untuk menganalisis sesuatu dari frame informasi AlQur’an (yang notabene kita yakini kebenarannya), apalagi untuk menyuarakannya secara umum sebagai solusi yang kita usulkan. Meski demikian, masih ada sisa sensitivitas ini, sehingga keberadaan dan pertumbuhan sensitivitas ini perlu dijaga, dan jangan dihabisi hanya karena cara penyampaian sebagian kaum muslimin yang salah ,atau kesalahan sebagian orang yang kemudian di stigma kan kepada ajaran islam.

Kembali kepada sudut pandang yang hendak kita bicarakan diawal bahwa kejadian gempa ini adalah bentuk ketaatan bumi, mari kita simak ayat di Juz ‘Amma yang insyaAllah sebagian besar kaum muslimin telah menghafalnya..

“]1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), 2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. 3. dan manusia bertanya : "Mengapa bumi (jadi begini) ?", 4. pada hari itu bumi menceritakan ceritanya, 5. karena sesungguhnya Tuhammu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. 6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. 7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. 8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), 2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. 3. dan manusia bertanya : "Mengapa bumi (jadi begini) ?", 4. pada hari itu bumi menceritakan ceritanya, 5. karena sesungguhnya Tuhammu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. 6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. 7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. 8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. [QS Al Zalzalah (99) : 1-8

Dalam surat Al Zalzalah terdapat pertanyaan yang juga sedang kita coba cari jawabannya, “Maa lahaa? “… “apa yang terjadi dengan bumi, mengapa bumi (jadi begini)?”.

Maka dalam surat inipun kita temui jawaban dari pertanyaan tersebut bahwa semua itu adalah perintah dari Allah ta’ala..rabb semesta alam. Inilah yang dimaksud dalam perspektif diatas bahwa gempa bumi (meski dia belum sedahsyat kejadian kiamat )  yang terjadi pada prinsipnya adalah  bentuk ketaatan bumi pada rabb alam semesta. Bahwa gempa yan merenggut semua orang tanpa kriteria khusus tersebut adalah ketundukan bumi pada rabb alam semesta.  Dalam ayat lain yang menggambarkan peristiwa dahsyat ini..bahkan diberikan dengan istilah ‘wa adzinat lirabbihaa..’ (dan (bumi) patuh kepada rabbnya) pada ayat ke-5 surah Al Insyiqaaq[84]. Bahwa pergeseran lempeng-lempeng bumi adalah jalan atau detail dari ketaatan tersebut.

Lalu kenapa ? kenapa ada perintah untuk berguncang seperti ini? adakah peringatan sebelumnya ? mengapa ia juga melanda orang-orang baik dikalangan masyarakat?

Dalam Surat Al Anfaal[8] ayat 25 Allah memang telah mengingatkan

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-Nya”,

seiring dengan ayat diatas terdapat pula peringatan melalui lisan rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berikut

“Jika riba dan zina terang-terangan dilakukan di tengah kaum, berarti mereka telah bersiap untuk menerima siksa dari Allah.” (HR. Ahmad)

dari sumber -sumber ilmu diatas maka kita perlu melakukan evaluasi bersama, ya tentu susah menggambarkan masyarakat yang terbebas seratus persen dari dosa dan maksiyat seperti riba dan zina. Namun ketika dua dosa tersebut telah dilakukan secara terang-terangan, disebar tanpa risih di media massa kepada masyarakat secara umum maka akan ada perristiwa-peristiwa yang menimpa secara umum tidak hanya pelaku kesalahan tersebut.

Terkait dengan surat Al Anfaal diatas para ulama mengatakan hal itu terjadi ketika tidak adanya lagi ‘amar ma’ruf nahyi mungkar’ sebuah kegiatan yang semakin sulit untuk dilakukan karena disatu sisi ada pendistorsian terhadap kredibilitas orang-orang yang mempelajari ilmu agama (misalnya dengan stigma ekstrimisme), dan juga anggapan yang mengatakan ‘itu kan udah biasa kok diusik-usik’…sehiingga dengannya kemaksiyatan bersembeunyi dibalik hak asasi manusia dan kebebasan individu.

Maka sungguh juga sebuah desentisasi yang begitu besar disaat kita masih terharu dan terpukul dengan kejadian gempa beruntun yang menimpa negeri ini…ada sebagian orang yang dengan semangat mengundang tokoh porno ke negeri ini secara terbuka. Tidakkah ada pelajaran dari semua ini ? Masihkah kita merasa bahwa kesalahan lokal yang kita lakukan tidak akan berdampak global ? Terlebih lagi bahwa pengundangan ini bukanlah sebuah kesalahan lokal, karena ia akan mewakili dan mempengaruhi nilai bangsa ini. Astaghfirullah…pengundangannya saja telah membuat banyak orang yang tidak tahu menjadi tahu, sungguh suatu usaha generalisasi kemaksiyatan yang dahsyat, sebuah ujian sensitivitas yang begitu sulit dan halus, laa haula walaa quwwata illa billah. Sebagian bahkan berteriak lantang bahwa ’semuanya juga seneng cuma mereka bersifat munafik’…hmm..sungguh saya ingin mengatakan kepada penteriak tersebut..‘bertaubatlah, atau setidaknya bawa sendiri dosa mu jangan sebar ia ke masyarakat…jangan angkat dosa pribadi Anda menjadi dosa masyarakat “ karena ketika dosa itu menyebar dan terang-terangan di masyarakat hal-hal besar akan terjadi.Semoga hal itu tidak terjadi lagi…

Sebagai mana kita mengambil pelajaran dari ilmu-ilmu lain, semoga kita tetap sensitiv untuk mengambil pelajaran dari pegangan hidup kita dan saling menasihaiti berdasar pelajaran tersebut.

Allahumaghfir lil mu’miniina wal mu’minaat, wal muslimiina wal muslimaat..al ahyaai minhum wal amwaat birahmatika yaa arhamaraahimiin.

(Ya Allah ampunilah kaum mu’miinin dan mu’minat, muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, dengan rahmat-Mu wahai Zat yang Maha Rahiim)

Comments (2) »